Rabu, 13 Juni 2012

JANGKRIK SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN CUPANG


(sumber gambar : http://encepfr.blogspot.com)
Di tempat tinggal saya, di daerah Cileungsi, Bogor, cukup sulit untuk mencari kutu air dan jentik nyamuk (cuk) untuk pakan ikan cupang hias koleksi saya. Kalaupun ada, letaknya cukup jauh dari rumah saya. Pemberian pellet atau cacing beku pun tidak bisa memenuhi kebutuhan ikan cupang saya, karena ikan-ikan saya hanya suka dengan pakan alami.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih jangkrik sebagai pakan utama ikan-ikan cupang saya. Cukup dengan uang Rp 5000 saya beli di tempat makanan burung, saya dapat jangkrik dalam jumlah yang cukup untuk seminggu makanan ikan-ikan saya. Selain murah, menurut informasi yang saya dapat, jangkrik mengandung protein yang bias menyehatkan dan mencemerlangkan warna pada ikan.

Cara penyajiannya : beberapa jangkrik yang dipilih ditempatkan dalam wadah kaleng lalu disiram air mendidih. Jangkrik-jangkrik tersebut akan langsung mati begitu air tersebut disiramkan. Buang kepala dan kaki-kaki kecilnya, sisakan badan dan bagian paha. Lalu pisahkan bagian paha dan badan. Yang bagian paha dipencet akan keluar dagingnya, begitu juga dengan bagian badannya. Lalu berikan ke ikan-ikan cupang.

Senin, 11 Juni 2012

KEWIRAUSAHAAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI UKM


Teknologi merupakan kreativitas budaya manusia untuk mempermudah kehidupan. Pengembangan teknologi di kalangan UKM timbul sebagai kreatifitas jika ada dorongan, baik disebabkan keinginan untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas produk. Keinginan itu sendiri baru akan ada jika pengusaha memiliki kewirausahaan yang cukup baik sehingga mampu melihat peluang dan keuntungan yang akan diperoleh jika dilakukan inovasi teknologi.

Namun demikian, dengan kondisi UKM sekarang yang kurang memahami kewirausahaan, sulit bagi UKM untuk melakukan inovasi teknologi. Kalaupun ada keinginan untuk menerapkan temuan teknologi, namun sulit diaplikasikan karena tidak memiliki sumberdaya memadai. Kesulitan UKM untuk melakukan inovasi teknologi sendiri di samping disebabkan oleh ketidakmampuan dalam memperhitungkan keuntungan dari penerapan teknologi tersebut, juga karena belum kondusifnya iklim usaha UKM. 

Hasil inovasi teknologi UKM belum mendapat perlindungan. Banyak temuan teknologi dan peralatan dari lembaga-lembaga penelitian yang belum dapat dimanfaatkan oleh UKM. Masalah ini menjadi kendala UKM untuk mendapatkan teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pengembangan usaha UKM. Kendala lain yang menimbulkan masalah adalah belum adanya sistem informasi tentang temuan-temuan teknologi tepat guna yang diperlukan UKM. Akibatnya, temuan-temuan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara luas oleh UKM.